pembagian rapot midsemester tinggal menghitung hari, hati ini rasanya selalu gelisah dan tak tenang.
rapot itu sangat berarti bagiku, bukan cuma aku ..tapi bagi semua kerja keras yang pernah aku lakukan ,selama 3 bulan terakhir di kelas XI nilaiku terjun payung kalau dibandingkan nilai-nilai kelas X.
tapi aku tetap berusaha bersyukur dan menganggap itu cuma ujian buatku,, aku selalu menanamkan suatu prinsip , yang selalu ibuku katakan ,
"Nilai bukanlah segalanya, yang terpenting kamu harus jujur dan selalu bercita-cita tinggi"
Kata-kata itu selalu ku ingat dalam lubuk hati yang terdalam.
Tapi tetap saja kecepatan denyut jantungku hari ini lain dari biasanya, selain sekolah aku juga harus mempertahankan ekskul yang sudah ku tekuni selama 1 tahun terakhir. Ekskul itu bukan cuma memeberikanku banyak pengalaman tapi juga membawa ku berkumpul dengan orang-orang hebat di luar sana... gue bersyukur bisa masuk ekskul tersebut..
Kelanjutan ekskulku akan ditentukan dari nilai rapot ini, kalau nilaiku jauh dari 10 besar, aku akan stop ekskul sementara waktu untuk memperbaiki nilai...
walaupun ayah selalu bilang,
"tak perduli apapun kegagalan yang pernah kau lakukan, kegagalan saat ini bukanlah hal terakhir yang akan menentukan seluruh hidupmu kelak"
Aku bersyukur dilahirkan dari kedua orangtua yang selalu menyayangiku dan memberiku dukungan atas segala keputusan positif yang kuambil. Sebagi anak tertua kedua dari 9 bersaudara, aku mempunyai tanggung jawab besar sebagi kakak. Bukan hanya memikirkan diriku sendiri tetapi juga adik-adikku tercinta. Aku sangat menyayangi keluargaku. Kerja keras yang telah ayahku lakukan untuk menghiupi, menjaga dan mendidikku hingga dewasa tak akan kusia-siakan.
Mengidupi keluarga besar bukanlah tanggung jawab ringan, sebagai enterpreneur selama lebih dari belasan tahun , ayahku telah mengalami deras ombaknya kehidupan. Aku ingin menjadi enterpreneur seperti ayahku. Tetapi , aku hanya manusia biasa yang dapat berencana dan berdo'a karena segala keputusan yang Allah-lah yang menentukan.
Aku pernah mendengar suatu kisah nyata yang mengatakan "Jika kau siap untuk berhasil, siapkan pula dirimu untuk kegagalan"
----------to be continued----------
No comments:
Post a Comment