Total Pageviews

Friday, 18 November 2011

Today

Terdengar suara gemuruh air dari balik jendela rumahku, sesekali aku melihat ke arah luar rumah untuk memandangi sekitar ...apakah hujan telah berhenti mengguyur Balikpapan siang hari ini . Dalam lamunanku selama hujan turun dengan deras, pikiranku melayang entah kemana... Melalang buana dalam kenangan-kenangan tak terlupakan bersama teman-temanku yang kini jauh dariku.

Hidup memang terus berjalan, entah kapan berhenti dan dimulai. Semua hanya Allah yang tahu. Banyak hal yang belum kulakukan selama hidup didunia ini.. Masih banyak... banyak sekali... hingga aku tak bisa menghitungnya...

Sekarang aku hanyalah seorang gadis kecil yang ingin mengelilingi dunia dengan kaki kecil tak bertenaga. Aku butuh seseorang yang dapat mendukungku hingga aku dewasa kelak. Menikmati indahnya dunia ini tanpa meninggalkan kewajibanku sebagai seorang muslimah.

Aku senang mencoba hal yang belum kutemui sebelumnya , asalkan itu membawaku pada kebahagiaan dalam hal positif.

Hari ini,aku bangun terlalu siang karena kedinginan. Maklum, cuaca Balikpapan akhir-akhir ini sangat dipengaruhi musim . Hujan.. hujan... dan hujan lagi..

Aku bangun dengan mata yang masih setengah terpejam, sambil berjalan menyusuri ruang ruang yang belum disinari cahaya terang. Hanya nampak samar-samar. Hingga langkahku terhenti didepan pintu berwarna silver , aku mulai membersihkan diriku untuk memulai rutinitas sehari-hari. Pagi ini semuanya berjalan membahagiakan... Ibuku nampak ceria, begitu juga nenekku dengan keriput di kulit pipinya.

Ayahku yang masih terlihat mengantuk sedang duduk di depan kursi komputer , selagi aku membenahi ikatan rambutku . Rambutku yang gelombang membuatku sulit untuk mengaturnya. Tapi aku sangat menyukai rambut ini entah kenapa... walupun teman-temanku mengatakan rambutku terlihat kruwil..kruwill.. entah itu bahasa indonesia atau tidak.. Aku tak peduli..

Tahukah kawan???? hari ini adalah hari dimana aku harus bertemu dengan seseorang yang pernah mencoret wajahku dengan penghapus papan tulis kotor. Hingga wajahku yang coklat ini dikotori dengan debu-debu sisa spidol. Hal itu dikarenakan aku pernah tidak membawa cat poster. Kalian pasti tahu siapa yang sedang kubicarakan. Ya........ Guru Kesenian. Sebenarnya aku tak dendam pada guru ini... aku hanya khawatir, hari ini aku akan mendapatkan coretan hitam untuk kedua kalinya karena belum menyelesaikan tugas lukisanku.

*Aku pun pergi kesekolah

Sesampainya disekolah, aku bertemu dengan wajah -wajah itu lagi. Wajah-wajah yang membawaku dalam tawa canda selama di sekolah. Mereka adalah teman-teman yang telah menemaniku selama 4 bulan terakhir.

*bel tanda masuk berdering

guru Imtaq pun masuk ke kelasku untuk memberikan sedikit dakwah pada hari jum'at. Itu adalah rutinitasku selama bersekolah di SMAN 1 Balikpapan.Saat Imtaq berlangsung, tema yang diperbincangkan adalah dengki. Saat pembacaan kitab suci, aku diperintahkan untuk membacakan surah Al-Hujurat ayat 12 dalam suasana yang sangat hening. Jemariku sedikit bergetar karena tak biasa membacakan ayat suci Al-Qur’an didepan teman-teman. Tapi Alhamdulillah, aku bisa menyelesaikannya walau ada beberapa kesalahan yang kulakukan karena gemetar. Karena waktu yang tidak memungkinkan, guru Imtaq harus keluar dari kelas sebelum menyelesaikan segala yang ingin didakwahkannya.

*Tok..tok..
Guru kesenianpun masuk kedalam kelas dengan baju batik cantik, ia berjalan bak model yang sedang memperagakan busana nasional. Ia memulai pelajarannya dengan teguran kepada kami sekelas karena ribut. Akhirnya, kami semua terdiam. Pelajaran dimulai…….
Semua anak menyiapkan buku gambar A3, kuas, beserta cat poster di atas meja masing-masing. Kami pun memulai melukis. Bagi beberapa anak yang telah mengumpulkan tugas lukisannya , diperintahkan untuk menggambar potret diri.
Beberapa kesalahan yang kulakukan saat melukis pagi tadi, kertas lukisku terobek beberapa cm dan temanku tak sengaja mencoret lukisanku yang masih basah.. Tapi tak apa, aku bisa mengatasinya.

Kosentrasi melukisku sempat terganggu saat mendengar suara yang terus menerus memanggil namaku”INDAHHHHHH !!! MANA INDAHH !!.. .. Pandanganku yang selama ini hanya tertuju pada lukisan meulai kualihkan keseluruh penjuru kelas. Ternyata suara itu berasal dari Ibu Elisa , guru kesenianku itu.

Beliau menanyakan perihal tugasku untuk mengumpulkan karya lukisan adiwiyata. Hanya aku dan Gege. Minggu kemarin, Beliau telah memilih satu orang untuk diberi tugas itu,, Beliau memilih yang nilai design dan gradasinya bagus,, bla,,bla,,bla,,,

Karena tak mungkin aku mengatakan tidak!!!. Akhirnya aku mengiyakan perintah itu tanpa pikir panjang. Dan inilah akibatnya sekarang, aku tak punya waktu banyak untuk menyelesaikan tugas itu. Hanya hari minggu lusa. Karena senin minggu depan harus dikumpul. Deritaaaaakuuu 
Tapi kewajiban tetaplah sebuah kewajiban. Itu tetap tanggung jawabku. Hingga aku menyadari waktu telah menunjukkan pukul 9 lewat. Itu artinya aku harus menutup buku gambar besar didepanku dan segera mencuci tanganku yang telah ternoda oleh cat-cat warna-warni.


*Ayo semuanya baris ditempaattt !!

Peluit panjang menjadi tanda mulainya pelajaran olahraga siang tadi. Wajah yang nampak tegas itu telah membuat kami semua menuruti apapun perintahnya. Mulai dari pemanasan, hingga lari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali. ………………Tak lain dan tak bukan , beliau adalah guru olahragaku,Bu ana.

Hari ini adalah waktunya untuk remedial volley ball, selama 1 menit kami harus mendapatkan 50 lemparan bola. Minggu kemarin, aku hanya dapat melakukan 48 passing bawah dan 22 passing atas. Jadi hari ini, aku hanya remedial passing atas, Sepertinya beliau sedang berbaik hati untuk menuntaskan passing bawahku minggu kemarin yang hanya tinggal 2 lemparan lagi. Tak terlalu berbeda dari kemarin, siang tadi aku hanya mendapat 32 passing atas. Jadi saat penilaian, Ibu Ana memberiku nilai 80.

Krisolit, anak pindahan dari Sumbawa sangat jago melakukan permainan volley. Jadi wajar, kalu siang tadi ia mendapat nilai 90. Good job !!! *Salut
Saat berakhirnya pelajaran olahraga, kami mendatangi Bu Shinta untuk berfoto bersama. Bu Shinta adalah guru kimia kami yang harus digantikan keberadaannya sebgaia pengajar SMAN 1 sebentar lagi karena harus melanjutkan kuliah S2-nya di Surabaya. Dengan kamera Bu Anis (guru B. IND), potret sederhana yang melukiskan kenangan terakhir kami bersama Bu Shinta tersimpan sudah.


It’s time to go home. Sebenarnya tadi siang ingin langsung pulang, tapi karena mulut ini terus ingin mengunyah. So, I decided to buy Doger Ice. And, finally my stomatch felt happy.

Aku pulang bersama Spicakent, salah satu teman dekatku. Derasnya hujan siang tadi mengiringiku selama perjalanan pulang kerumah. Sesampainya dirumah, aku shalat dzuhur dan langsung tertidur lelap hingga pukul 05.00 sore. Dengan terburu-buru sesaat setelah melihat jam yang terus berdenting detik demi detik, aku beranjak dari tempat tidur, dan melaksanakan shalat ashar setelah mengambil air wudhu.


Malam ini aku berencana untuk mempelajari agama dan matematika. Serta memperbaiki presentasi agama.

So, this is all that I can share to you. Thanks to read this blog. See you next time !! Hope tomorrow I can get some good scores. 

No comments:

Post a Comment